Masa Adven adalah masa dimana kita sebagai umat beriman menunggu akan kedatangan Putra Allah turun ke dunia. Dalam masa ini, kita mencoba menunggu dengan melakukan sesuatu yang berguna, terutama dalam meratakan jalan bagiNya. Oleh karena itu, ada baiknya pada masa Adven ini, kita mengakui dosa kita dan membersihkan diri.
Dari apa yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, menunggu itu tergantung dari pandangan orang. Tidak jarang pengendara motor yang dulunya mungkin hanya menunggu lampu hijau di depan garis batas, sekarang justru melanggar lampu jika ada kesempatan jalanan kosong. Menunggu bagi mereka hanyalah membuang waktu. Tapi berbeda dengan ibu-ibu yang menunggu anaknya pulang sekolah. Mereka memasak untuk makan siang sang anak, agar ketika anak tiba dirumah bisa makan dan mengisi tenaga mereka.
Perbedaan itu muncul karena ibu-ibu tersebut sayang akan siapa yang ditunggu. Jadi, apabila kita menyayangi Yesus, kita akan menantikanNya dengan persiapan agar kedatanganNya dapat kita sambut dengan baik.
HARAP BANTUANNYA
Dibantu promosi blog ini ke teman-teman jika anda merasa bahwa blog ini cukup menarik. atas kesempatannya, saya ucapkan terima kasih :)
Dibantu promosi blog ini ke teman-teman jika anda merasa bahwa blog ini cukup menarik. atas kesempatannya, saya ucapkan terima kasih :)
Sunday, 7 December 2014
Sunday, 30 November 2014
Doa Bapa Kami
Bapa Kami yang ada di surga
Dimuliakanlah namaMu
Datanglah KerajaanMu
Jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam surga
Berilah kami rejeki pada hari ini
Dan ampunilah kesalahan kami
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat
Amin
Doa yang kita dapat dari Tuhan Yesus sendiri ini tentu tidaklah asing bagi kita umat Katolik. Setiap kali kita misa, mau misa harian maupun misa mingguan dan hari raya, doa ini selalu didoakan. Hari ini ketika misa, pastor membahas soal doa ini. Dalam masa Adven yang merupakan masa pertobatan dalam persiapan menyambut kelahiran Tuhan ke dunia pada Natal. Mungkin kita sering mendengar bahwa dalam doa ini, bagian tersulit adalah "mengampuni yang bersalah kepada kami", tetapi dari apa yang saya dengar hari ini, inti dari doa Bapa kami ini adalah pada baris ke-4, yaitu "Jadilah kehendakMu". Dalam setiap baris lanjutannya, hanya memperjelas apa yang ada dari baris ke-4 itu. Rejeki kita semua telah diatur Allah dan kita hanya bisa meminta. Memaafkan orang lain jugalah apa yang diinginkan Allah. Jadi, setiap saat, dalam bertindak berpikirlah, apakah itu akan membuat Allah senang? karena yang terjadi haruslah apa yang dikehendakiNya.
Friday, 14 November 2014
Segala Sesuatu Yang Terjadi Akan Selalu Ada Hikmahnya
Sesuatu yang pernah saya alami dalam keluarga, mungkin pernah saya ceritakan sebelumnya. Ayah saya didapati oleh ibu saya memiliki WIL, wanita idaman lain. Pertengkaran besar terjadi. Setiap malam saya dan adik-adik berdoa berharap semuanya kembali baik adanya. Beberapa hari kemudian, Tuhan menjawabnya dengan membuat keluarga saya kembali rukun hingga saat ini. Mungkin Tuhan menjadikan peristiwa tersebut untuk membuat saya meluangkan waktu bersama keluarga untuk berdoa kepadaNya. Dia merindukan berkomunikasi dengan kita hingga selalu menginginkan kita ingat akan Dia.
Beberapa saat yang lalu, ibu saya mengalami gagal ginjal, walaupun tidak parah, tetapi harus di-dialisis setiap minggu 2 kali. Hingga kemarin, ayah dan ibu ke dokter karena ayah ingin mencoba melakukan checking apakah dapat dia mendonorkan ginjalnya kepada ibu saya. Dan setelah check, dinyatakan cocok oleh dokter. Operasi kemungkinan masih akan menyusul, menunggu berbagai hal yang perlu disiapkan.
Dalam peristiwa ini, saya menjadi berpikir dan bersyukur kepadaNya. Ayah tampak benar-benar berubah, menjadi lebih baik dibandingkan ayah yang dahulu. Terima kasih Tuhan.
Beberapa saat yang lalu, ibu saya mengalami gagal ginjal, walaupun tidak parah, tetapi harus di-dialisis setiap minggu 2 kali. Hingga kemarin, ayah dan ibu ke dokter karena ayah ingin mencoba melakukan checking apakah dapat dia mendonorkan ginjalnya kepada ibu saya. Dan setelah check, dinyatakan cocok oleh dokter. Operasi kemungkinan masih akan menyusul, menunggu berbagai hal yang perlu disiapkan.
Dalam peristiwa ini, saya menjadi berpikir dan bersyukur kepadaNya. Ayah tampak benar-benar berubah, menjadi lebih baik dibandingkan ayah yang dahulu. Terima kasih Tuhan.
Monday, 10 November 2014
Berdoa Bersama Bunda Maria
Mungkin tidak jarang di antara kita ada yang menanyakan, kenapa umat katolik berdoa kepada Maria, terutama dalam doa Salam Maria.
Sebenarnya, dalam doa Salam Maria, kita berdoa kepada Allah.
Dalam doa tersebut, kita memohon kepada Bunda Maria agar bersama dengan kita untuk menyampaikan doa kita kepada Allah.
Apabila ketika kita berdoa sendiri, doa kita didengar olehNya, bagaimana dengan doa yang kita sampaikan bersama dengan Bunda Maria, Bunda Tuhan kita Yesus Kristus.
Jadi, dalam setiap doa kita, kita berdoa selalu kepada Allah, pemilik hidup di dunia dan di surga.
Berdoalah, maka doa kita akan didengar oleh Bapa kita yang di surga.
Thursday, 6 November 2014
Kekasih
Dalam hidup kita, tentu kita yang remaja atau yang pernah remaja, tentu pernah merasakan dan membayangkan indahnya masa pacaran. Berdua bersama pacar kita menghabiskan waktu hanya untuk sekedar berbincang. Berbincang merupakan cara komunikasi dan komunikasi penting dalam menjaga hubungan kita tetap dekat.
Begitu juga hal-nya ketika kita ingin menjadi kekasih Bapa. Jika kita ingin menganggap Bapa sebagai kekasih, kita harus selalu menghabiskan waktu bersamaNya. Melakukan banyak hal untukNya. Dan selalu berusaha membahagiakanNya.
Kita dapat membahagiakanNya dengan mendekatkan diri pada segala perintahNya, menjauhkan diri dari dosa, dan selalu berdoa kepadaNya. Karena doa merupakan satu-satunya komunikasi antara kita dengan Bapa di surga.
Berdoalah dan wartakanlah Injil agar semakin banyak yang mengenal kekasihmu.
Begitu juga hal-nya ketika kita ingin menjadi kekasih Bapa. Jika kita ingin menganggap Bapa sebagai kekasih, kita harus selalu menghabiskan waktu bersamaNya. Melakukan banyak hal untukNya. Dan selalu berusaha membahagiakanNya.
Kita dapat membahagiakanNya dengan mendekatkan diri pada segala perintahNya, menjauhkan diri dari dosa, dan selalu berdoa kepadaNya. Karena doa merupakan satu-satunya komunikasi antara kita dengan Bapa di surga.
Berdoalah dan wartakanlah Injil agar semakin banyak yang mengenal kekasihmu.
Sunday, 2 November 2014
Kematian Impian Kita
Pernahkah kita ketika berdoa atau saat teduh, kita merenungkan tentang hal kematian?
Coba kita bayangkan, seperti apa kematian kita? Apakah akan banyak orang datang dan menangis? Ataukah justru banyak yang menggerutu karena kita masih punya banyak masalah di hidup kita, baik hutang, maupun hal-hal yang menyakiti sesama
Tidakkah kematian yang kita impikan adalah kematian yang tenang? Kematian dimana kita sudah tidak ada beban di dunia. Banyak orang yang akan mengiringi kita ke kubur. Lalu, apakah tindakan kita selama ini sudah memungkinkan untuk mendapat kematian impian itu? ataukah kita perlu berubah? dan kapankah kita akan berubah?
Sebagai umat Allah, kita telah diberi hak untuk memperoleh kehidupan kekal kelak ketika meninggal. Tapi hak itu memerlukan diri kita yang baik. Memang kita akan masuk surga, tapi sebelum masuk surga, ada api pencucian. Api pencucian adalah tempat yang berada di antara dunia dan surga. Kita bukanlah manusia yang sempurna, sehingga selalu ada cela. Dan di api pencucian inilah cela itu akan dibersihkan. Karena Tuhan itu Maha Baik. Dia tidak akan memasukkan kita ke dalam neraka kalo kita tidak terlalu jahat. Kita yang sedikit jahat dan sedikit baik sekalipun, akan diijinkan masuk surga, tapi harus melalui api pencucian. Bagi kita yang banyak cela, kita akan lebih keras menerima api pencucian. Seperti mencuci baju yang sangat kotor, jauh lebih keras daripada mencuci baju yang hanya kena keringat atau sekedar dipakai dan dicuci.
Cobalah mulai mengurangi cela yang ada agar kita dapat mulus masuk ke dalam surga kelak.
Coba kita bayangkan, seperti apa kematian kita? Apakah akan banyak orang datang dan menangis? Ataukah justru banyak yang menggerutu karena kita masih punya banyak masalah di hidup kita, baik hutang, maupun hal-hal yang menyakiti sesama
Tidakkah kematian yang kita impikan adalah kematian yang tenang? Kematian dimana kita sudah tidak ada beban di dunia. Banyak orang yang akan mengiringi kita ke kubur. Lalu, apakah tindakan kita selama ini sudah memungkinkan untuk mendapat kematian impian itu? ataukah kita perlu berubah? dan kapankah kita akan berubah?
Sebagai umat Allah, kita telah diberi hak untuk memperoleh kehidupan kekal kelak ketika meninggal. Tapi hak itu memerlukan diri kita yang baik. Memang kita akan masuk surga, tapi sebelum masuk surga, ada api pencucian. Api pencucian adalah tempat yang berada di antara dunia dan surga. Kita bukanlah manusia yang sempurna, sehingga selalu ada cela. Dan di api pencucian inilah cela itu akan dibersihkan. Karena Tuhan itu Maha Baik. Dia tidak akan memasukkan kita ke dalam neraka kalo kita tidak terlalu jahat. Kita yang sedikit jahat dan sedikit baik sekalipun, akan diijinkan masuk surga, tapi harus melalui api pencucian. Bagi kita yang banyak cela, kita akan lebih keras menerima api pencucian. Seperti mencuci baju yang sangat kotor, jauh lebih keras daripada mencuci baju yang hanya kena keringat atau sekedar dipakai dan dicuci.
Cobalah mulai mengurangi cela yang ada agar kita dapat mulus masuk ke dalam surga kelak.
Sunday, 26 October 2014
Bapa yang baik
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi BapaMu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
(Matius 7:11)
Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus sendiri, kita diperkenankan menyebut Allah dengan sebutan Bapa. Kita sebagai umatNya telah diijinkan untuk menjadi anak-anakNya. Betapa baiknya Dia yang mau mengangkat kita yang hanya hambaNya yang hina menjadi anak. Sebagai Bapa, Allah melakukan segala yang terbaik buat kita. Di dunia ini, semua bapak tentu akan mengasihi anaknya. Bahkan bapak yang merupakan seorang penjahat sekalipun tidak akan memberikan ular berbisa kepada anaknya yang minta roti. Apalagi bapak kita yang di surga, Dia akan selalu melindungi kita, menginginkan kita untuk selalu mendapatkan yang terbaik. Jadi, bersyukurlah kita karena dapat menjadi anakNya sehingga kita mendapat hak untuk hidup bersamaNya di surga.
Dalam kalimat kedua dari kutipan Kitab Suci di atas, kita dapat melihat bahwa Bapa kita di surga akan memberi kepada kita jika kita meminta. Kita bisa jadi mendapat apa yang kita minta, tetapi dapat juga kita tidak memperoleh apa yang kita minta. Hal itu karena apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendakNya atau menurut Bapa, hal itu bukanlah yang terbaik untuk kita. Maka, beranilah meminta kepadaNya dan dia akan mendengar setiap hal yang kamu minta.
(Matius 7:11)
Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus sendiri, kita diperkenankan menyebut Allah dengan sebutan Bapa. Kita sebagai umatNya telah diijinkan untuk menjadi anak-anakNya. Betapa baiknya Dia yang mau mengangkat kita yang hanya hambaNya yang hina menjadi anak. Sebagai Bapa, Allah melakukan segala yang terbaik buat kita. Di dunia ini, semua bapak tentu akan mengasihi anaknya. Bahkan bapak yang merupakan seorang penjahat sekalipun tidak akan memberikan ular berbisa kepada anaknya yang minta roti. Apalagi bapak kita yang di surga, Dia akan selalu melindungi kita, menginginkan kita untuk selalu mendapatkan yang terbaik. Jadi, bersyukurlah kita karena dapat menjadi anakNya sehingga kita mendapat hak untuk hidup bersamaNya di surga.
Dalam kalimat kedua dari kutipan Kitab Suci di atas, kita dapat melihat bahwa Bapa kita di surga akan memberi kepada kita jika kita meminta. Kita bisa jadi mendapat apa yang kita minta, tetapi dapat juga kita tidak memperoleh apa yang kita minta. Hal itu karena apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendakNya atau menurut Bapa, hal itu bukanlah yang terbaik untuk kita. Maka, beranilah meminta kepadaNya dan dia akan mendengar setiap hal yang kamu minta.
Subscribe to:
Posts (Atom)