Ingatkah kita untuk bersyukur? Kapan terakhir kali kita berterima kasih?
dalam suka maupun duka, hendaklah kita bersyukur.
Dalam bacaan Injil diceritakan bahwa Yesus bertemu dengan 10 orang kusta yang kemudian dijadikanNya tahir, tetapi hanya 1 orang yang kembali pada Nya dan mengucap syukur.
Dan Yesus mengatakan "Imanmu telah menyelamatkan engkau."
Dari situ dapat kita lihat bahwa Yesus selalu tergerak hatinya dalam membantu kita umatNya, tetapi apakah setiap saat pula kita ingat bahwa semua yang ada pada kita adalah dariNya?
Walaupun hal kecil, tapi ingatlah untuk bersyukur. Setiap pagi hendaklah kita bersyukur karena dapat menikmati hari yang baru walaupun mungkin ada rintangan yang menunggu kita hari itu. Bukankah kita senang jika kita membantu orang dan orang tersebut berterima kasih, maka begitu juga dengan Yesus Tuhan kita.
Selain Tuhan, kita juga harus berterima kasih pada orang tua karena tanpa mereka kita tidak akan ada di dunia ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita seringkali malu berterima kasih pada orang tua, tapi ingatlah bahwa mereka tidak pernah malu pada diri kita yang penuh kekurangan ini, bahkan tidak jarang mereka justru membanggakan kita di hadapan orang lain.
Jadilah orang yang selalu bersyukur pada Tuhan dan niscaya kita akan diselamatkan.
HARAP BANTUANNYA
Dibantu promosi blog ini ke teman-teman jika anda merasa bahwa blog ini cukup menarik. atas kesempatannya, saya ucapkan terima kasih :)
Dibantu promosi blog ini ke teman-teman jika anda merasa bahwa blog ini cukup menarik. atas kesempatannya, saya ucapkan terima kasih :)
Sunday, 13 October 2013
Monday, 7 October 2013
Hargailah Waktu
Sadarkah kita bahwa waktu yang kita miliki di dunia ini sangat terbatas, oleh karena itu waktu itu sangatlah berharga.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 tahun, tanyalah pada anak yang pernah gagal naik kelas.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 bulan, tanyalah pada ibu yang pernah melahirkan prematur.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 minggu, tanyalah pada publisher koran mingguan.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 hari, tanyalah pada anak kecil yang kelaparan.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 jam, tanyalah pada orang yang sedang menunggu.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 menit, tanyalah pada orang yang pernah ketinggalan pesawat.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 detik, tanyalah pada pembalap formula 1.
Jadi, untuk waktu yang singkat yang diberikan oleh Tuhan ini kepada kita, gunakanlah dengan sebaik-baiknya, lakukan yang terbaik untuk sesama dan diri kita sendiri. Jangan pernah lupa mengingat Tuhan setiap waktu dalam hidup kita.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 tahun, tanyalah pada anak yang pernah gagal naik kelas.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 bulan, tanyalah pada ibu yang pernah melahirkan prematur.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 minggu, tanyalah pada publisher koran mingguan.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 hari, tanyalah pada anak kecil yang kelaparan.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 jam, tanyalah pada orang yang sedang menunggu.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 menit, tanyalah pada orang yang pernah ketinggalan pesawat.
Untuk dapat mengerti tentang betapa berharganya waktu 1 detik, tanyalah pada pembalap formula 1.
Jadi, untuk waktu yang singkat yang diberikan oleh Tuhan ini kepada kita, gunakanlah dengan sebaik-baiknya, lakukan yang terbaik untuk sesama dan diri kita sendiri. Jangan pernah lupa mengingat Tuhan setiap waktu dalam hidup kita.
Saturday, 5 October 2013
Hormatilah Ibu Bapakmu
Ketika kita kecil, kedua orang kita pasti selalu menyayangi kita, membanggakan kita dihadapan orang lain. Bagi mereka, kita adalah 1 hal di dunia ini yang terindah, yang merupakan anugrah Tuhan bagi pernikahan mereka.
Ketika kita mulai beranjak remaja, tidak sedikit dari kita yang membantah apa yang dikatakan orang tua kita kepada kita. Ketika orang tua kita melarang kita pulang malam, kita menentang, tapi pernahkah kita mengetahui alasan orang tua kita melarang kita? Mereka selalu ingin yang terbaik bagi kita. Dia tidak ingin terjadi apa-apa pada kita. Di jaman sekarang ini, banyak tindakan kriminal yang terjadi pada malam hari, oleh karena itu mereka ingin agar pada malam hari, kita berada dalam pantauan mereka.
Banyak hal-hal lain yang dikatakan oleh orang tua kita demi kebaikan kita sendiri. Jika sampai kita menentang dan memaksa mereka memberi ijin, apakah kita pikir bahwa ketika mereka memberi ijin, mereka melakukan dengan sepenuh hati? Mereka tetap berat hati, selalu ada rasa khawatir di dalam hati mereka tentang kondisi kita.
Tidak inginkah kita sebagai anak memberi yang terbaik juga bagi mereka dengan memberi mereka ketenangan hidup tanpa khawatir pada kita? Saya sendiri yang kini jauh dari orang tua untuk sekolah, selalu berusaha menuruti mereka walaupun kadang dalam hati muncul keinginan melawan. Tapi, lakukanlah yang terbaik buat mereka seperti mereka memperlakukan kita sebaik-baiknya...
Ketika kita mulai beranjak remaja, tidak sedikit dari kita yang membantah apa yang dikatakan orang tua kita kepada kita. Ketika orang tua kita melarang kita pulang malam, kita menentang, tapi pernahkah kita mengetahui alasan orang tua kita melarang kita? Mereka selalu ingin yang terbaik bagi kita. Dia tidak ingin terjadi apa-apa pada kita. Di jaman sekarang ini, banyak tindakan kriminal yang terjadi pada malam hari, oleh karena itu mereka ingin agar pada malam hari, kita berada dalam pantauan mereka.
Banyak hal-hal lain yang dikatakan oleh orang tua kita demi kebaikan kita sendiri. Jika sampai kita menentang dan memaksa mereka memberi ijin, apakah kita pikir bahwa ketika mereka memberi ijin, mereka melakukan dengan sepenuh hati? Mereka tetap berat hati, selalu ada rasa khawatir di dalam hati mereka tentang kondisi kita.
Tidak inginkah kita sebagai anak memberi yang terbaik juga bagi mereka dengan memberi mereka ketenangan hidup tanpa khawatir pada kita? Saya sendiri yang kini jauh dari orang tua untuk sekolah, selalu berusaha menuruti mereka walaupun kadang dalam hati muncul keinginan melawan. Tapi, lakukanlah yang terbaik buat mereka seperti mereka memperlakukan kita sebaik-baiknya...
Friday, 4 October 2013
Bersyukur atas Masalah Kita
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kita mendapat pahala ataupun rejeki, banyak dari kita selalu ingat bersyukur pada Tuhan, tapi pernahkan kita bersyukur ketika kita menghadapi masalah dalam hidup ini.
Pernahkah kita berpikir bahwa apabila hidup ini tanpa masalah, apakah akan lebih indah daripada dunia yang penuh masalah?
Tuhan tahu lebih banyak dari kita dan masalah yang diberikan Tuhan pada kita, tidaklah melebihi kemampuan kita.
Hal ini dapat kita analogikan dengan seorang pengendara, jika setiap saat dia jalan di jalan yang sepi dan lurus, maka kemampuan berkendaranya akan tetap dan tidak berkembang, tetapi jika dia mencoba berkendara dalam jalan berliku yang masih memungkinkan dilalui kendaraan, maka kemampuannya berkembang dan menjadikan dirinya mahir.
Jadi, bersyukurlah atas masalah kita, karena dengan demikian kemampuan kita dalam menghadapi masalah semakin terlatih dan berkembang.
Pernahkah kita berpikir bahwa apabila hidup ini tanpa masalah, apakah akan lebih indah daripada dunia yang penuh masalah?
Tuhan tahu lebih banyak dari kita dan masalah yang diberikan Tuhan pada kita, tidaklah melebihi kemampuan kita.
Hal ini dapat kita analogikan dengan seorang pengendara, jika setiap saat dia jalan di jalan yang sepi dan lurus, maka kemampuan berkendaranya akan tetap dan tidak berkembang, tetapi jika dia mencoba berkendara dalam jalan berliku yang masih memungkinkan dilalui kendaraan, maka kemampuannya berkembang dan menjadikan dirinya mahir.
Jadi, bersyukurlah atas masalah kita, karena dengan demikian kemampuan kita dalam menghadapi masalah semakin terlatih dan berkembang.
Sunday, 29 September 2013
Buatlah Jembatan
Ada kutipan dalam Kitab Suci bahwa surga yang indah terpisah dengan neraka yang penuh penderitaan terpisah oleh jurang yang lebar sehingga tidak ada yang dapat menyeberang. Hal itu terdapat pada kutipan tentang Lazarus.
Jurang yang lebar memang tidak dapat kita seberangi dengan sendiri, tetapi jurang tersebut dapat kita seberangi dengan dibuatnya jembatan.
Jurang dalam perumpamaan itu menunjukkan bahwa jarak di antara orang kaya dan miskin di dunia ini sangatlah besar. Hal ini disebabkan karena adanya rasa malu dan rasa sombong dari si kaya untuk dapat bergaul dengan orang miskin, begitu juga dengan orang miskin, mereka malu untuk bergaul dengan orang kaya karena takut dikatakan meminta-minta.
Bagi kita semua, diharapkan dalam hidup kita yang singkat, berusaha membangun jembatan dengan menghilangkan rasa malu untuk bergaul. Si kaya jangan sombong dan mau bergaul dengan yang miskin. Jika engkau melihat seorang miskin yang membutuhkan uluran tangan, janganlah sombong dan berpura-pura tidak melihat, tetapi raihlah dia, berilah apa yang mereka butuhkan agar mereka memiliki kualitas hidup yang lebih baik dengan bertemu engkau. Ketika engkau memberi mereka bantuan, mereka bukan bersyukur padamu, tapi kepada Tuhan, jadi dengan kelakuanmu, Tuhan dipuji. dan Tuhan akan membalas kebaikanmu itu. Usaha kita dalam membangun jembatan, nantinya akan membawa kita pada kebahagiaan surga yang indah bersamaNya.
Jurang yang lebar memang tidak dapat kita seberangi dengan sendiri, tetapi jurang tersebut dapat kita seberangi dengan dibuatnya jembatan.
Jurang dalam perumpamaan itu menunjukkan bahwa jarak di antara orang kaya dan miskin di dunia ini sangatlah besar. Hal ini disebabkan karena adanya rasa malu dan rasa sombong dari si kaya untuk dapat bergaul dengan orang miskin, begitu juga dengan orang miskin, mereka malu untuk bergaul dengan orang kaya karena takut dikatakan meminta-minta.
Bagi kita semua, diharapkan dalam hidup kita yang singkat, berusaha membangun jembatan dengan menghilangkan rasa malu untuk bergaul. Si kaya jangan sombong dan mau bergaul dengan yang miskin. Jika engkau melihat seorang miskin yang membutuhkan uluran tangan, janganlah sombong dan berpura-pura tidak melihat, tetapi raihlah dia, berilah apa yang mereka butuhkan agar mereka memiliki kualitas hidup yang lebih baik dengan bertemu engkau. Ketika engkau memberi mereka bantuan, mereka bukan bersyukur padamu, tapi kepada Tuhan, jadi dengan kelakuanmu, Tuhan dipuji. dan Tuhan akan membalas kebaikanmu itu. Usaha kita dalam membangun jembatan, nantinya akan membawa kita pada kebahagiaan surga yang indah bersamaNya.
Thursday, 26 September 2013
Kita lebih dari seekor anjing atapun kucing
Di mana pun tinggalnya, hampir setiap orang akan memiliki pikiran
bahwa anjing jika digabung dengan kucing akan selalu timbul
pertengkaran, tapi pernahkah kita memikirkan tentang penyebab mereka
bertengkar.
Suatu hari diawal kemunculan kucing dan anjing, seekor kucing sedang berjalan jalan dan tiba-tiba ada seekor anjing lewat di dekatnya. Melihat ada binatang yang baru saja dilihatnya, kucing merasa tertarik dan ketertarikan itu ditunjukkan dengan ekor kucing yang tegak, tetapi ketika anjing melihat kucing dengan ekor tegak, anjing menangkap bahwa kucing itu marah dan mengajak berkelahi.
Di tempat lain,seekor anjing menatap kucing dan ingin mengajak kucing bermain, anjing menggoyang ekornya untuk menunjukkan rasa senang, tapi kucing mengira bahwa anjing itu mengajak berkelahi dan itulah sebabnya setiap mereka bertemu, selalu menimbulkan perkelahian.
Kita diciptakan Tuhan lebih baik daripada seekor anjing ataupun seekor kucing. Kita adalah manusia yang diciptakan sebagai makhluk Tuhan yang terbaik. Kita diciptakan dengan akal budi yang mana dapat membuat sesuatu yang berbeda menjadi indah
Jadi, janganlah seperti anjing dan kucing yang hanya dengan melihat perbedaan dan beranggapan sendiri menimbulkan perkelahian berkepanjangan, tetapi jadikanlah perbedaan itu menjadi keindahan yang mana memberi variasi dalam hidup ini.
Bayangkan jika ada sebuah kebun yang besar sekali, tapi tidak ada bunga, apakah indah?
sama seperti hidup mulus tanpa adanya perbedaan di dalamnya.
Suatu hari diawal kemunculan kucing dan anjing, seekor kucing sedang berjalan jalan dan tiba-tiba ada seekor anjing lewat di dekatnya. Melihat ada binatang yang baru saja dilihatnya, kucing merasa tertarik dan ketertarikan itu ditunjukkan dengan ekor kucing yang tegak, tetapi ketika anjing melihat kucing dengan ekor tegak, anjing menangkap bahwa kucing itu marah dan mengajak berkelahi.
Di tempat lain,seekor anjing menatap kucing dan ingin mengajak kucing bermain, anjing menggoyang ekornya untuk menunjukkan rasa senang, tapi kucing mengira bahwa anjing itu mengajak berkelahi dan itulah sebabnya setiap mereka bertemu, selalu menimbulkan perkelahian.
Kita diciptakan Tuhan lebih baik daripada seekor anjing ataupun seekor kucing. Kita adalah manusia yang diciptakan sebagai makhluk Tuhan yang terbaik. Kita diciptakan dengan akal budi yang mana dapat membuat sesuatu yang berbeda menjadi indah
Jadi, janganlah seperti anjing dan kucing yang hanya dengan melihat perbedaan dan beranggapan sendiri menimbulkan perkelahian berkepanjangan, tetapi jadikanlah perbedaan itu menjadi keindahan yang mana memberi variasi dalam hidup ini.
Bayangkan jika ada sebuah kebun yang besar sekali, tapi tidak ada bunga, apakah indah?
sama seperti hidup mulus tanpa adanya perbedaan di dalamnya.
Tuesday, 24 September 2013
Percayalah Pada Tuhan
Dalam setiap saat dalam hidup kita, selalu ada masalah yang kita hadapi. Tapi ingatlah, dalam perjalanan hidupmu, Tuhan akan selalu bersamamu, walaupun tak ada seorang pun bersamamu.
Tuhan selalu memberikan cobaan dalam perjalanan hidup kita, tapi cobaan itu selalu tidak melebihi kemampuan kita, karena dengan adanya cobaan, Tuhan ingin kita menyadari betapa besar kemampuan kita. Kalaupun cobaan itu lebih dari kemampuan kita, percayalah bahwa itu selalu ada sisi positifnya, yaitu bahwa Dia ingin agar kita sesekali berserah padaNya dan membuka pintu bagiNya untuk berkarya dalam hidupmu. Percayalah, Tuhan telah membuat cobaan untuk dapat diatasi.
Jika kamu mempercayai seseorang, orang tersebut akan memegang kepercayaanmu dan berusaha membuatmu puas. Apalagi Tuhan kita, jika kita percaya padaNya, Dia akan memegang kepercayaan kita dan memberi jawaban jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan, jauh lebih baik, bahkan yang terbaik bagi hidup kita.
Tuhan selalu memberikan cobaan dalam perjalanan hidup kita, tapi cobaan itu selalu tidak melebihi kemampuan kita, karena dengan adanya cobaan, Tuhan ingin kita menyadari betapa besar kemampuan kita. Kalaupun cobaan itu lebih dari kemampuan kita, percayalah bahwa itu selalu ada sisi positifnya, yaitu bahwa Dia ingin agar kita sesekali berserah padaNya dan membuka pintu bagiNya untuk berkarya dalam hidupmu. Percayalah, Tuhan telah membuat cobaan untuk dapat diatasi.
Jika kamu mempercayai seseorang, orang tersebut akan memegang kepercayaanmu dan berusaha membuatmu puas. Apalagi Tuhan kita, jika kita percaya padaNya, Dia akan memegang kepercayaan kita dan memberi jawaban jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan, jauh lebih baik, bahkan yang terbaik bagi hidup kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)