Ketika kita kecil, sebagai anak katolik, pergi ke gereja, melihat orang dewasa menyambut hosti, kita iri, dan ingin hosti tersebut juga. Tetapi apa yang kita inginkan hanya sekitar santapan fisik. Oleh sebab itu selalu ada pendidikan untuk persiapan menerima Sakramen Mahakudus itu, atau yang kita kenal dengan "Komuni Pertama".
Saya ingin menceritakan pengalaman saya tentang Hosti, baik dalam Komuni maupun dalam Adorasi. Hosti yang merupakan Tubuh Kristus sendiri, dan harusnya kita semua yakin akan hal ini. Tuhan benar benar hadir dalam rupa Hosti kudus. Dia hadir.
Suatu ketika, saya hari minggu mengikuti misa yang dilanjutkan dengan adorasi. Seketika dalam doa sebelum komuni, entah kenapa, saya meneteskan air mata. Lalu saya menerima komuni, dan kembali berdoa. Dalam doa saya teringat untuk mendoakan keluarga saya, khususnya mama saya yang sedang menderita sakit. Saya berharap untuk kesembuhannya. Ketika adorasi, saat romo berkeliling membawa sakramen mahakudus, seketika saya kembali menangis karena nubuat2 yang disampaikan, seperti Tuhan mendengar doa saya.
Meskipun pada akhirnya mama saya belum sembuh, saya percaya, setidaknya Tuhan bekerja bagi mama saya, dia tidak lagi putus asa, tetapi dengan semangat menyebarkan apa yang ia lihat dan ia dapat dari Adorasi tersebut, bahwa Tuhan hadir dan Dia rindu kita bersamaNya, menemani Dia beberapa saat.
Marilah mulai menghormati Sakramen Mahakudus dimanapun kita melihatNya, karena itulah Tuhan Yesus yang rela mati bagi keselamatan kita.
Dibantu promosi blog ini ke teman-teman jika anda merasa bahwa blog ini cukup menarik. atas kesempatannya, saya ucapkan terima kasih :)
Saturday, 18 February 2017
Betapa Kudusnya Hosti
Sunday, 20 September 2015
Peristiwa Kecil bersama Kuasa Tuhan
Kemarin, ketika saya mengendarai kendaraan saya menuju daerah pasar Turi, saya mengendarai sambil mendengar lagu rohani. Lagu rohani membuat saya tenang selama berkendara. Keadaan lalu lintas lumayan padat. Ketika saya akan memutar balik, tanpa sadar ada motor yang memotong dari sisi kanan saya, beruntung saya sempat mengerem tepat waktu sehingga tidak mengenai motor tersebut. Motor tersebut melaju kencang.
Begitu sampai tujuan, saya teringat, bahwa terhindarnya saya dari kecelakaan itu adalah kuasa Tuhan yang bekerja dalam melindungi kegiatan kecil saya yang mungkin jarang kita sadari.
Tuhan banyak berkarya dalam hidup kita, tetapi saat Tuhan berkarya dalam perkara kecil, kita kurang menyadari dan bersyukur kepadaNya. Segala hal di dunia ini adalah rencanaNya, kalaupun saat itu saya mengenai motor tersebut, sudah seharusnya saya tetap bersyukur, karena pasti Tuhan punya rencanaNya sendiri bagi hidup kita.
Friday, 18 September 2015
Di Saat Musibah Datang
Akhir-akhir ini, indonesia sedang mendapat masalah di berbagai daerah. Permasalahan utamanya adalah kebakaran hutan yang terus menyebar dan menimbulkan asap. Api yang semakin menyebar membuat kita kewalahan menghadapi masalah apalagi mengatasinya. Berbagai upaya dilakukan, termasuk water bomb, dan belum ada hasil dari semua upaya tersebut.
Bahkan saat ini, asap telah menyebabkan meninggalnya masyarakat sekitar.
Apalagi yang belum dilakukan?
Ketika manusia tidak dapat berbuat apa apa untuk menyelesaikan masalah, mungkin itu adalah saat dimana Tuhan menginginkan kita untuk berserah pada kehendaknya. Ingatlah bahwa kehendak Tuhan adalah rencana yang terbaik untuk kita semua.
Dia merencanakan dengan melihat segala aspek kehidupan. Berdoa kepadaNya dan memohon turunnya Roh Kudus mendampingi kita dalam menghadapi masalah ini adalah jalan untuk membuat kita menjadi lebih mampu menyelesaikan setiap masalah dalam hidup ini.
Tuesday, 21 April 2015
Segeralah!!! Jangan Menunda Bertobat.
Dalam kehidupan saya, saya mendengar cerita, tentang seorang kakek di lingkungan gereja saya yang meninggal beberapa minggu sebelum Paskah tahun ini.
Ketika gereja memberi kesempatan bagi kita untuk mengakui dosa kita pada masa PraPaskah, apa yang kita pikirkan? Apakah kita akan mengambil kesempatan tersebut?
Beberapa orang dalam gereja menyayangkan kepergian sang kakek. "Sayang sekali yah, dia tidak sempat mengikuti pengakuan dosa pada masa prapaskah ini"
Apakah anda sendiri sebagai seorang katolik yang mendapat kesempatan bertobat, masih berpikir berulang kali untuk menjalani pengakuan dosa?
Bukankah sangat disayangkan jika anda tidak sempat melakukan pengakuan dosa karena Tuhan sudah mengatakan inilah saatnya meninggalkan dunia ini?
Maka, marilah bertobat, awali dengan mengakui dosa dan mencoba menjaga diri, jauh dari dosa dunia ini.
Perbedaan Pengakuan Dosa Misa dan Personal
Sunday, 7 December 2014
Menunggu
Dari apa yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, menunggu itu tergantung dari pandangan orang. Tidak jarang pengendara motor yang dulunya mungkin hanya menunggu lampu hijau di depan garis batas, sekarang justru melanggar lampu jika ada kesempatan jalanan kosong. Menunggu bagi mereka hanyalah membuang waktu. Tapi berbeda dengan ibu-ibu yang menunggu anaknya pulang sekolah. Mereka memasak untuk makan siang sang anak, agar ketika anak tiba dirumah bisa makan dan mengisi tenaga mereka.
Perbedaan itu muncul karena ibu-ibu tersebut sayang akan siapa yang ditunggu. Jadi, apabila kita menyayangi Yesus, kita akan menantikanNya dengan persiapan agar kedatanganNya dapat kita sambut dengan baik.
Sunday, 30 November 2014
Doa Bapa Kami
Friday, 14 November 2014
Segala Sesuatu Yang Terjadi Akan Selalu Ada Hikmahnya
Beberapa saat yang lalu, ibu saya mengalami gagal ginjal, walaupun tidak parah, tetapi harus di-dialisis setiap minggu 2 kali. Hingga kemarin, ayah dan ibu ke dokter karena ayah ingin mencoba melakukan checking apakah dapat dia mendonorkan ginjalnya kepada ibu saya. Dan setelah check, dinyatakan cocok oleh dokter. Operasi kemungkinan masih akan menyusul, menunggu berbagai hal yang perlu disiapkan.
Dalam peristiwa ini, saya menjadi berpikir dan bersyukur kepadaNya. Ayah tampak benar-benar berubah, menjadi lebih baik dibandingkan ayah yang dahulu. Terima kasih Tuhan.
Monday, 10 November 2014
Berdoa Bersama Bunda Maria
Thursday, 6 November 2014
Kekasih
Begitu juga hal-nya ketika kita ingin menjadi kekasih Bapa. Jika kita ingin menganggap Bapa sebagai kekasih, kita harus selalu menghabiskan waktu bersamaNya. Melakukan banyak hal untukNya. Dan selalu berusaha membahagiakanNya.
Kita dapat membahagiakanNya dengan mendekatkan diri pada segala perintahNya, menjauhkan diri dari dosa, dan selalu berdoa kepadaNya. Karena doa merupakan satu-satunya komunikasi antara kita dengan Bapa di surga.
Berdoalah dan wartakanlah Injil agar semakin banyak yang mengenal kekasihmu.
Sunday, 2 November 2014
Kematian Impian Kita
Coba kita bayangkan, seperti apa kematian kita? Apakah akan banyak orang datang dan menangis? Ataukah justru banyak yang menggerutu karena kita masih punya banyak masalah di hidup kita, baik hutang, maupun hal-hal yang menyakiti sesama
Tidakkah kematian yang kita impikan adalah kematian yang tenang? Kematian dimana kita sudah tidak ada beban di dunia. Banyak orang yang akan mengiringi kita ke kubur. Lalu, apakah tindakan kita selama ini sudah memungkinkan untuk mendapat kematian impian itu? ataukah kita perlu berubah? dan kapankah kita akan berubah?
Sebagai umat Allah, kita telah diberi hak untuk memperoleh kehidupan kekal kelak ketika meninggal. Tapi hak itu memerlukan diri kita yang baik. Memang kita akan masuk surga, tapi sebelum masuk surga, ada api pencucian. Api pencucian adalah tempat yang berada di antara dunia dan surga. Kita bukanlah manusia yang sempurna, sehingga selalu ada cela. Dan di api pencucian inilah cela itu akan dibersihkan. Karena Tuhan itu Maha Baik. Dia tidak akan memasukkan kita ke dalam neraka kalo kita tidak terlalu jahat. Kita yang sedikit jahat dan sedikit baik sekalipun, akan diijinkan masuk surga, tapi harus melalui api pencucian. Bagi kita yang banyak cela, kita akan lebih keras menerima api pencucian. Seperti mencuci baju yang sangat kotor, jauh lebih keras daripada mencuci baju yang hanya kena keringat atau sekedar dipakai dan dicuci.
Cobalah mulai mengurangi cela yang ada agar kita dapat mulus masuk ke dalam surga kelak.
Sunday, 26 October 2014
Bapa yang baik
(Matius 7:11)
Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus sendiri, kita diperkenankan menyebut Allah dengan sebutan Bapa. Kita sebagai umatNya telah diijinkan untuk menjadi anak-anakNya. Betapa baiknya Dia yang mau mengangkat kita yang hanya hambaNya yang hina menjadi anak. Sebagai Bapa, Allah melakukan segala yang terbaik buat kita. Di dunia ini, semua bapak tentu akan mengasihi anaknya. Bahkan bapak yang merupakan seorang penjahat sekalipun tidak akan memberikan ular berbisa kepada anaknya yang minta roti. Apalagi bapak kita yang di surga, Dia akan selalu melindungi kita, menginginkan kita untuk selalu mendapatkan yang terbaik. Jadi, bersyukurlah kita karena dapat menjadi anakNya sehingga kita mendapat hak untuk hidup bersamaNya di surga.
Dalam kalimat kedua dari kutipan Kitab Suci di atas, kita dapat melihat bahwa Bapa kita di surga akan memberi kepada kita jika kita meminta. Kita bisa jadi mendapat apa yang kita minta, tetapi dapat juga kita tidak memperoleh apa yang kita minta. Hal itu karena apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendakNya atau menurut Bapa, hal itu bukanlah yang terbaik untuk kita. Maka, beranilah meminta kepadaNya dan dia akan mendengar setiap hal yang kamu minta.
Friday, 17 October 2014
Tuhanlah Kekasih Idamanku
Apapun yang kita dambakan dari seorang kekasih, telah ada dalam diri Yesus, Tuhan kita. Dia selalu ada di samping kita, tanpa sedetik pun dia meninggalkan kita. Dia selalu memberikan apa yang terbaik buat kita. Menjauhkan kita dari segala hal buruk yang mungkin menimpa kita. Dia mungkin memberi kita sedikit hal buruk sebagai cobaan, tapi itu dilakukan agar kita ingat akan Dia, kekasih kita.
Maukah kita menjadikan Tuhan kekasih kita? Memberikan waktu untuk berdua dengan kekasih kita? Bercerita padaNya, walaupun tanpa kita bercerita pun dia sudah tahu akan segala hal yang terjadi.
Itu adalah pilihan bagi kita sebagai umatNya.
Thursday, 16 October 2014
Bulan Rosario
Gereja ingin mengajak kita untuk meluangkan waktu setiap hari untuk mendoakan doa rosario selama 1 bulan ini, atau bahkan justru bisa berlanjut sampai bulan-bulan berikutnya. Doa rosario adalah doa dimana kita menyampaikan doa kepada Tuhan dengan bantuan Bunda Maria. Bunda Maria akan bersama berdoa dengan kita untuk setiap apa yang kita doakan dalam rosario itu. Di dalam rosario, kita diajak untuk mengenang kisah penyelamatan yang dilakukan Yesus. Mulai dari lahir, meninggal, hingga diangkat ke surga. Dalam setiap kali mendoakan doa rosario, akan dikenal akan 5 peristiwa dimana setiap peristiwa diwakili dengan 10 Salam Maria.
Sedikit saya sharing tentang kuatnya kuasa dari doa rosario tersebut. Seperti apa yang pernah saya ceritakan sebelumnya, ketika kedua orang tua saya sering bertengkar di rumah. Setiap malam saya dan kedua adik saya berkumpul di ruang tamu dengan sebuah lilin kecil, kami berdoa rosario bersama. Di dalam doa tersebut, kami menyampaikan keinginan kami agar keluarga ini kembali rukun, khususnya kedua orang tua kami. Selang beberapa minggu, kami mulai melihat perubahan dalam keluarga kami. Kami berlima dapat makan bersama di rumah. Menonton bioskop bersama. Dari situ saya mulai percaya bahwa rosario merupakan salah satu doa yang baik, dimana kita dapat memohon dan mengenang kebaikan Tuhan dengan mau turun ke dunia ini.
Pengalaman lainnya, ketika baru-baru ini ibu saya sakit dan harus menjalani operasi. Banyak orang mengatakan bahwa operasi itu hanya operasi kecil yang tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi saya tetap takut akan terjadinya hal yang tidak diinginkan. Di depan ruang operasi, saya berdiam, memejamkan mata sambil terus mendoakan rosario yang ada di tangan saya. Selang 1 jam, dokter keluar dan mengatakan bahwa operasi telah berhasil. Saya benar-benar lega.
Mungkin kita kadang bersyukur pada hal-hal besar yang Tuhan lakukan bagi kita, tetapi ingatlah Tuhan juga selalu memberi hal-hal kecil yang membangun kita. Tidak akan ada hal besar jika tidak ada hal kecil. Apabila hal besar itu terus kita terima maka kita akan memandangnya sebagai hal kecil, lalu apakah bedanya hal besar dan kecil?
Monday, 13 October 2014
Kemarahan Mendatangkan Kebodohan
Suatu hari, aku mencucikan mobil di sebuah tempat cuci mobil yang baru buka di dekat rumah. Ketika selesai dicuci, aku mengendarai mobil ke rumah. Di rumah, aku melihat bahwa uang ribuan dan uang receh yang tadinya aku letakkan di pintu mobil, tidak ada di tempatnya. Aku mencurigai bahwa pegawai cuci mobil itu mengambilnya. Dengan penuh kemarahan aku membuka media sosial dan "ngomel" di sana. Mengatakan bahwa pelayanannya buruk dan jangan sampai orang lain mencucikan mobilnya di sana.
Keesokan harinya, ketika di tengah kemacetan menuju kantor, aku mau mengambil rokok yang biasa aku simpan di laci dashboard dan ketika aku membuka laci, aku menemukan ada 2 kantong plastik dan di dalamnya terdapat uang yang kemarin aku cari. 1 kantong untuk uang kertas dan 1 kantong lagi untuk uang koin. Sangat rapi. Ketika itu aku langsung menyesali apa yang telah aku perbuat. Perbuatan baik seseorang justru aku anggap sebagai kejahatan dan menyebarkannya kepada orang banyak. Saat itu aku sangat menyesal tetapi tidak tahu harus berbuat apa. Benar-benar bodoh apa yang telah aku perbuat.
Peristiwa di atas cukup mirip dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini, dimana ada komentar yang menjelekkan suatu instansi dan "ngomel" di media sosial. Komentar itu tentu mereka tulis dengan penuh amarah. Kita yang melihatnya pasti akan berpikir betapa bodohnya dia.
Dari itu semua, kita dapat melihat bahwa setiap kemarahan akan membuat kita tampak bodoh di hadapan orang lain. Jadi, mulai sekarang kita tetap boleh marah, tetapi jangan sampai kita dikuasai oleh kemarahan yang ada dalam diri kita. Kita harus dapat menguasai amarah itu. Bersabarlah, maka kita akan dapat melakukan sesuatu yang benar dan bermanfaat bagi kita dan banyak orang lain.
Tuesday, 7 October 2014
Anjingku Hilang dan Telah Kembali
Dari peristiwa ini, aku dapat melihat bahwa Tuhan itu Maha Murah Hati. Dia mau memberi umatNya yang penuh dosa untuk memperoleh kesempatan kedua. Dia tidak lelah untuk selalu memberi kita kesempatan menjadi lebih baik. Semoga kita dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikanNya untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik.
Dari peristiwa ini pula, aku menjadi semakin percaya, bahwa Tuhan akan selalu mendengarkan doa umatNya, seberapa buruk pun dosa orang itu. Terima kasih Tuhan.
Kasihilah Musuhmu
Kita sebagai murid-murid Tuhan tentu juga pernah mendengar bahwa hukum utama adalah hukum cinta kasih. Kita harus mengasihani sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Tetapi ingatkah kita bahwa Yesus juga pernah berkata kepada kita untuk mengasihi musuh kita?
Orang yang paling jahat di dunia pun akan mengasihi temannya, jadi apa bedanya kita dengan dia jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita? Jadi mulailah membiasakan diri untuk tetap berlaku baik walaupun pada orang yang paling jahat terhadap kita sekalipun. Tuhan akan selalu menyertai kita dan dengan melihat kasih kita, Dia tentu akan memberi kita balasan yang lebih daripada yang pernah kita bayangkan selama ini.
Tuesday, 23 September 2014
Godaan dan Dosa
"Saya tidak pernah tergoda karena selama ini sayalah yang menggoda teman-teman saya untuk tergoda pada hal-hal buruk"
Dari apa yang ada di atas, kita dapat melihat bahwa godaan dapat datang dari mana saja, bahkan dari teman terdekat kita sekalipun. Sebenarnya antara godaan dan dosa terdapat batasan, dan batasan itu dapat kita atur secara sadar, batasan itu semakin jauh jika kita dengan tegas menolak untuk berbuat dosa, dan sebaliknya batasan itu akan hilang jika kita tergoda untuk berbuat dosa. Jadi, selama kita memiliki tekad untuk menjauhkan diri dari dosa, kita pasti bisa dan percayalah Tuhan akan selalu ada saat kita mau bertobat.
Saturday, 20 September 2014
Apa Yang Terjadi Selalu Merupakan Rencana Tuhan
Ketika tadi saya merenungkan hal itu, saya merasa bahwa semua ini telah direncanakan oleh Tuhan. Karena jika ibu tidak menangkap basah ayah, mungkin sekarang ayah tidak ada waktu untuk menemani ibu ketika ibu memerlukannya.
Percayalah pada Tuhan, apapun yang kita alami sekarang, semuanya merupakan bagian dari rencana Tuhan, rencana yang terbaik, dimana belum pernah ada manusia yang dapat merencanakan sebaik Tuhan.
Walaupun mungkin sekarang kita menderita, percayalah bahwa penderitaan ini menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik.
Wednesday, 17 September 2014
Tidak ada pilihan 50:50
Jadi, pilihan kalaupun hanya dua, tidak ada pilihan 50:50, pasti ada yang lebih dipilih, walaupun hanya 50,0001 %.
Kita selalu memiliki pilihan dalam hidup ini, dan ambillah pilihan yang dapat membuat hidup anda menjadi lebih baik.